
Dua Mahasiswi Sastra Unisa Tembus 10 Esai Terbaik, Siap Maju ke Tingkat Nasional!
- Posted by Fakultas Sastra
- Categories Berita
- Date July 2, 2026
- Comments 0 comment
Prestasi membanggakan datang dari Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat (Unisa). Dua mahasiswi berbakat dari Program Studi Sastra Indonesia, yakni Andi Isma Wardani (semester 6) dan Salsabila (semester 4), sukses mencetak prestasi gemilang dengan menyabet predikat sebagai 10 Penulis Esai Terbaik se-Sulawesi Tengah.
Karya tulis kedua srikandi Prodi Sastra Unisa ini nantinya akan mengemban misi besar yaitu mewakili Sulawesi Tengah untuk bersaing di tingkat nasional di bawah naungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Pencapaian luar biasa ini diraih dalam ajang bergengsi Selebrasi Krida Duta Bahasa Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah. Pada acara puncak yang digelar di Aula Balai Bahasa, Selasa (30/6/2026) lalu, Andi Isma dan Salsabila berdiri sejajar menerima apresiasi bersama deretan penulis muda hebat lainnya dari UIN Datokarama Palu, Universitas Tadulako, dan Universitas Muhammadiyah Palu.
Bagi Andi Isma dan Salsabila, kompetisi ini bukan sekadar ajang adu bakat, melainkan ruang pembuktian dan aktualisasi diri. Segala teori kebahasaan, sastra, dan literasi yang selama ini mereka serap di bangku kuliah, sukses diaplikasikan dan dituangkan menjadi karya tulis yang tajam, kritis, dan solutif.
Tentunya, torehan manis ini disambut dengan kebanggaan luar biasa oleh pihak program studi, fakultas, hingga jajaran Universitas Alkhairaat. Prestasi Andi Isma dan Salsabila diharapkan dapat menjadi ‘virus’ positif sekaligus pemantik semangat bagi mahasiswa Unisa lainnya agar tidak ragu untuk mencoba dan terus berkarya.
Pentingnya ajang ini juga ditekankan langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum. Saat membuka acara secara resmi, beliau menyampaikan bahwa esai adalah senjata ampuh bagi generasi muda.
“Penulisan esai tidak hanya menjadi sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan literasi, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan serta menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan kebahasaan, kesastraan, dan literasi,” tegas Dr. Syarifuddin.
Beliau pun berharap agar semangat para mahasiswa dalam berkarya melalui tulisan terus tumbuh, menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi, dan siap bertarung di level nasional.
Sekali lagi, selamat untuk Andi Isma dan Salsabila! Buktikan bahwa mahasiswa Sastra Unisa bisa bersinar di kancah nasional!



